Camat Wajo Makassar : Kami akan Maksimalkan Lorong Wisata

BARUGANews,Makassar – Pemerintah kota Makassar berupaya untuk menekan laju penyebaran Covid-19, dan juga fokus pada antisipasi pada wilayah yang secara langsung dari masyarakat yang terimbas dari segi ekonomi dan kesehatan, sehingga dapat mengendalikan wilayah yang terkena terdampak agar dapat kembali beraktivitas seperti biasa secara normal. Menurut Benyamin Turu Padang, Camat Wajo Kota Makassar mengatakan, kami dari Kecamatan Wajo akan memaksimalkan lorong wisata yang ada di wilayah kami.

“Lorong wisata yang kita siapkan itu fokus kami pada pembinaan UMKM, seperti pembuatan Bosarra dan Kuliner yang juga bisa menjadi destinasi. Masyarakat bisa melihat momentum itu dengan penataan lorong, dan konsep bagaimana masyarakat bisa melihat pelaksanaan pembuatan kerajinan pada Kecamatan Wajo,” tutur Benyamin.

Kemudian melalui hal ini, lanjutnya, tentu selain pembinaan UMKM juga mempercantik lorong sehingga tercipta kebersamaan dengan adanya gotong royong dari masyarakat itu sendiri, serta terus ikut menjaga eksistensi keberadaan lorong tersebut.

Kita berharap agar masyarakat kembali bangkit membenahi lorongnya, menggiatkan ekonomi terutama UMKM ini, karena selama ini setelah kemarin dihantam dengan Pandemi Covid-19 serta dampak dengan adanya PPKM (Peraturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat).

Dengan ini, kita sudah lihat bersama apa yang di sampaikan dan dicanangkan oleh Walikota Makassar Danny Pamanto pada Hari Jadi Kota Makassar Ke-414 kemarin, dengan memiliki terobosan minum kopi bersama makan taripang (kue tradisional bugis-makassar) di lorong ini menjadi cikal bakal saatnya kita bangkit ekonomi, silahkan bekerja dan berkarya tetapi kita tetap menjaga protokol kesehatan.

Kita tentunya berterima kasih kepada masyarakat Kota Makassar, karena bisa turun level sampai level 2 PPKM, berkat kita semua tentunya melalui Program Makassar Recovery yang luar biasa dari inovasi Walikota Makassar Danny Pamanto sehingga dapat menekan laju penularan Covid19 tersebut.

“Pengetatan dilonggarkan, maka produktivitas kegiatan ekonomi bisa lebih baik, maksudnya mereka sudah bisa melihat terbuka peluang untuk kita maju berusaha, sebab tempo itu mereka masih ragu dan berfikir dagangannya tidak laku, contohnya seperti kuliner kemarin masih tidak makan di tempat tetapi delivery order,” pungkasnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here