Bikin Sedih, Warga Lumpuh Layuh Berderai Air Mata

BARUGAnews,Makassar – Kekurangan gizi bisa memicu penyakit lain. Bisa sampai lumpuh layuh.

Selain Suhana yang memiliki balita gizi kurang, ternyata ada dua warga di Kelurahan Wajo Baru yang menderita lumpuh layuh sejak lahir.

Keduanya, yaitu Cindy Amara Dewi, kini berusia dua puluh tahun dan Muh. Rifki Pratama, remaja laki-laki berusia enam belas tahun.

Cindy mengidap penyakit lumpuh layuh saat berusia tiga hari setelah dilahirkan. Saat itu dirinya ditinggal pergi oleh kedua orang tuanya di rumah sakit karena tidak mampu membayar ongkos rumah sakit.

Cindy saat ini mampu bertahan hidup karena dirawat dengan penuh kasih sayang oleh bibinya yang bernama Hasniah.

“Kadang sedih-ka kalau kuceritakan-ki kehidupannya ini anak. Sudah 20 tahun-mi hidup sendiri ditinggal pergi sama orangtuanya yang tidak tahu ke mana sekarang keberadaannya,” urai Hasniah, Selasa, 7 September 2021.

“Padahal adekku-ji itu. Tidak pernah tong na singgah temui anaknya ini. Saya tidak tahu, apakah dia malu atau bagaimana. Kuat sekali ini anak,” jelasnya sambil mengusap air matanya yang mulai bercucuran.

Meski demikian, saat dikunjungi oleh Camat Bontoala, Plh Lurah Wajo Baru, serta Kapus Malbar, dan Binmas Wajo Baru, Cindy sangat bahagia dan bersemangat untuk menyambutnya.

Karena tidak bisa berbicara, dirinya hanya bisa mengeluarkan air mata sebagai tanda harunya atas kunjungan tersebut. Satu per satu ia salami dengan penuh hormat sebagai ekspresi bahagianya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Rifki. Meski dirinya terkaku di kursi rodanya, ia tetap bisa mengekspresikan kebahagiannya. Saking bahagianya ia tidak ingin lepas dari genggaman Binmas Wajo Baru, Hidayat.

“Saya baru tahu setelah mendapatkan informasi dari masyarakat. Jadi kita sekaliguskan-mi juga mengecek kondisi dua anak-anak kita yang mengidap penyakit lumpuh layuh. Apalagi, saya dengar, mereka selama ini dipersulit oleh pelayanan sosial dan kesahatan lainnya karena tidak memiliki identitas berupa KTP, sedangkan NIK KK-nya masih aktif,” ungkapnya.

Olehnya, sambung Arman, akan terus berkoordinasi dengan Disdukcapil serta Dissos agar memberikan pelayanan serta jaminan sosial. Untuk urusan administrasi nanti belakangan, sama seperti yang diberikan oleh Diskes melalui Puskemas Malimongan Baru.

“Ini menjadi evaluasi untuk kita semua saya kira. Segera akan kita koordinasikan dengan instansi terkait agar bisa diberikan jaminan sosial serta pelayanan publik lainnya. Apalagi ada amanah Perda serta APBD yang menangani untuk disabilitas lumpu layu sejak lahir,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here