Dinas Ketahanan Pangan Bahas Program Lorong Wisata Tingkatkan Ekonomi Warga

BARUGANEWS,MAKASSAR – Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar menggelar pertemuan koordinasi bersama SKPD terkait dan Camat se Kota Makassar membahas terkait target binaan dan clusterisasi program lorong wisata.

Hadir dalam kegiatan tersebut Tim Ahli Pemerintah Kota Makassar Prof Anwar Ramli dan Dr. Naidah Naing.

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Ferdi mengatakan, program Lorong Wisata akan dilaksanakan pada 2022 mendatang.

Program ini merupakan salah satu program prioritas Wali Kota Makassar bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat lorong.

“Dinas Ketahanan Pangan telah diberi amanah oleh Wali Kota Makassar sebagai leading sector dalam perwujudan lorong wisata. Pertemuan ini dilakukan untuk mencapai target 5000 lorong wisata di kota Makassar,” ujarnya, Selasa (28/9/2021) diruang Sipakalebbi Kantor Balaikota Makassar.

Ferdi mengatakan, Dinas ketahanan Pangan juga telah melakukan verifikasi terkait pelaku usaha UMKM yang menerima manfaat program ini.

Pelaku penerima manfaat 5000 lorong wisata ini diutamakan bagi warga miskin, akan dilatih meningkatkan keterampilannya untuk peningkatan ekonomi.

Ferdi berharap perlu ada dukungan dari semua stakeholder dan kerjasama antar OPD terkait sesuai tupoksi masing-masing untuk kesuksesan program ini.

“Kegiatan ini sebagai langkah awal yang dilakukan untuk pelaksanaan program ini adalah Pembentukan dan Penguatan Kelembagaan,” terangnya.

“Stakeholder terkait mengambil peran dalam pembentukan KWT, mulai dari RT, RW, camat, lurah, hingga payung hukum berupa keterlibatan OPD yang dituangkan dalam peraturan Wali Kota dan tidak kalah penting disampaikan mengenai digitalisasi setiap lorong yang telah teridentifikasi,” tambahnya.

Kedepan, Dinas Ketahanan Pangan akan membuatkan system barcode lorong wisata. Sehingga kedepannya akan mempermudah untuk menampilkan potensi-potensi yang ada pada setiap Lorong wisata yang bisa diakses kapan dan dimana saja.

Tim Ahli, Prof Anwar Ramli menyampaikan bahwa setiap OPD yang terlibat agar saling bersinergi sehingga program ini menjadi kontinuitas.

Tim ahli juga menekankan bahwa lorong tahun ini harus naik level, bukan sekedar hijau tapi dapat memberikan nilai lebih serta Adaya pemetaan lorong berbasis digital.

“Harus ada intervensi dari seluruh stakeholder terkait pembuatan matriks untuk sinkronisasi antara target binaan lorong wisata per OPD dengan clusterisasi lokasi orong yang akan dibina, serta bagaimana paradigma terkait pengembangan program 5000 lorong wisata yaitu untuk peningkatan ekonomi masyarakat,” terangnya.(**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here