Diperingati Hari Kehakiman Nasional, Begini Sejarahnya

BARUGANews,MAKASSAR –diperingati sebagai hari kehakiman nasional sesuai dengan PP No 94/2012 tentang Hak Keuangan dan Fasilitas Hakim. Hal ini bertujuan agar masyarakat Indonesia dapat memantau kinerja hakim selaku penegak hukum.
Lantas, bagaimana sejarah terjadinya hari kehakiman nasional? Berikut uraiannya.

Sejarah Hari Kehakiman Nasional
Indonesia merupakan negara hukum dan menganut asas konstitusi. Sebagai negara hukum, Indonesia perlu menjamin pelaksanaan kekuasaan kehakiman dengan seadil-adilnya, tidak dipengaruhi oleh pihak manapun.

Hal ini sesuai dengan Pasal 24 Ayat (1) yang mengatakan bahwa kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan. Oleh karenanya didirikanlah organisasi Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI).

Dilansir dari website resmi ikahi.or.id, IKAHI adalah organisasi profesi hakim dari empat lingkungan peradilan yaitu lingkungan peradilan umum, peradilan agama, peradilan Tata Usaha Negara (TUN) dan peradilan militer.

IKAHI diprakarsai oleh Sutadji, S.H. dan Soebijono, S.H. Berlandaskan semangat kebersamaan, hakim dari daerah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur mengadakan pertemuan di Surabaya pada September 1952 sehingga terbentuklah organisasi para hakim yang bersifat nasional.

Dilansir dari website unida.ac.id, hakim harus memiliki karakter adil sesuai yang tercantum pada Surat Keputusan Bersama (SKB) No.27/KMA/SKB/2009 dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH). Dalam keputusan tersebut, hakim harus dituntut untuk berperilaku adil, jujur, arif dan bijaksana, bersikap mandiri, berintegrasi tinggi, bertanggung jawab, menjunjung tinggi harga diri, berdisiplin tinggi, rendah hati, dan professional.

Ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 94/2012 menjadi landasan peringatan Hari Kehakiman Nasional 1 Maret. Peringatan hari nasional ini merupakan bentuk apresiasi sebesar-besarnya terhadap profesi kehakiman atas jasanya dalam menegakkan hukum.

Selain itu, masyarakat juga perlu terus mengawal dan mengawasi kinerja hakim agar terus mempertahankan karakter independen, adil, berintegritas, dalam memutuskan segala perkara.

Nah, itu dia penjelasan mengenai seluk beluk Hari Kehakiman Nasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here