Razia, Petugas Amankan Benda Tajam Rakitan di Dalam Lapas Makassar

BARUGANEWS, MAKASSAR – Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) wilayah Provinsi Sulawesi Selatan bersama tim gabungan melakukan razia di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Rappocini, Kamis (7/12/2023). Petugas mengamankan sejumlah barang terlarang, antara lain senjata tajam rakitan.

Razia di Lapas Makassar tersebut sebagai upaya pencegahan peredaran barang-barang terlarang dan peredaran narkoba yang dikontrol di dalam lapas oleh tahanan. Di tengah razia tersebut berlangsung, sejumlah barang dan benda terlarang diamankan petugas.

“Selain petugas pemasyarakatan Lapas Kelas 1 Makassar, dari Balai Pemasyarakatan dan serta didukung oleh Koramil, Polsek Rappocini,” ujar Kadiv Pas Kanwil Kemenkumham Sulsel, Yudi Suseno.

Hasil temuan petugas gabungan khususnya ruangan lapas yang dirazia secara tertutup dan berlangsung selama berjam-jam, yakni sejumlah barang senjata tajam rakitan yang menyerupai pisau dan dinilai dapat membahayakan penghuni lainnya.

Selain melakukan pengawasan, beragam benda terlarang disita petugas gabungan, terdiri dari benda elektronik yang meliputi di antaranya barang seluler berbagai merek, charger telepon seluler, kompor elektrik hingga alat karaoke mini berupa spiker dan mic tak luput dari sitaan petugas.

Selain itu, ikut disita benda-benda tajam lainya beragam bentuk, berupa plastik pembungkus hingga obat kuat dan beragam macam benda lainnya yang semestinya dilarang berada di kamar tahanan lapas.

“Selain memang tujuannya melaksanakan melakukan razia akan adanya barang terlarang dalam lapas, ini merupakan terapi kejut,” ungkapnya.

Umumnya benda telarang tersebut disita petugas gabungan di hampir seluruh ruangan tahanan yang merupakan ruang tahanan pidana umum. Diduga keberadaannya berhasil diselundupkan masuk ke dalam lapas oleh para tahanan pidana umum dengan berbagai cara dan modus.

Selain ditengarai keberadaan benda terlarang milik tahanan tersebut karena diselundupkan oleh tahanan lapas, oleh Kanwil Kementrian Hukum dan HAM Provinsi Sulawesi Selatan juga menilai tidak menutup kemungkinan benda-benda terlarang tersebut lolos masuk ke dalam lapas karena adanya dugaan oknum nakal dari petugas lapas.

Oleh karena itu, Kanwil Kementrian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan akan melakukan tindak lanjut dengan cara menelusuri dugaan tersebut.

Upaya tersebut sebagai bentuk bahwa tidak ada pembiaran peredaran gelap narkoba di dalam lapas maupun rutan, merupakan jawaban terhadap masyarakat bahwa setiap pelanggaran akan selalui ditindak. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here