Dewan Setujui Anggaran Perubahan 2021, PAD Alami Penurunan 19,85 Persen

BARUGANEWS,MAKASSAR – DPRD Kota Makassar mengesahkan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2021. Juru Bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Makassar, Hasanuddin, Leo membacakan hasil perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2021.

Berdasarkan kesepakatan Banggar DPRD Kota Makassar, Pendapatan Daerah Rp3,92 triliun menjadi Rp3,57 triliun berkurang sebesar Rp347 miliar.

“Pendapatan Asli Daerah mengalami penurunan dari target penerimaan sebelumnya dalam APBD Pokok Tahun 2021 sebesar Rp1,68 triliun lebih berubah menjadi Rp1,35 triliun lebih. Mengalami penurunan sebesar Rp334 miliar lebih, atau sebesar 19,85 persen,” ujar Hasanuddin Leo, saat membacakan hasil keputusan rapat Banggar DPRD Kota Makassar di rapat paripurna dewan, Selasa (28/9/2021).

Dari lain-lain pendapatan daerah yang sah mengalami penurunan sebesar Rp36 miliar atau sebesar 19,74 persen dari Rp182 miliar lebih menjadi Rp146 miliar Lebih. Belanja daerah dari Rp4,22 triliun menjadi Rp4,1 triliun berkurang sebesar Rp57 miliar atau 1,37 persen.

Sementara dari pos penerimaan pembiayaan berubah sebesar Rp592,92 miliar lebih. Jika dibandingkan dengan APBD Pokok Tahun 2021 sebesar Rp303,32 miliar, mengalami peningkatan sebesar Rp289,6 miliyar lebih atau meningkat sebesar 95,48%. Selanjutnya, pada pos pengeluaran pembiayaan pada perubahan APBD tahun Anggaran 2021 direncanakan Rp5 miliar, tidak mengalami perubahan jika dibandingkan dengan APBD Pokok Tahun 2021

Hasanuddin Leo meminta kepada pemerintah kota agar target PAD lebih rasional dari apa yang diusulkan kemarin. “Kemudian harus disertai dengan analisis terhadap variabel yang muncul akibat pendapatan sehingga ada kolerasi antara pendapatan dengan pos operasional di SKPD masing-masing,” terangnya.

“Penganggaran harus berfokus pada pemulihan ekonomi nasional dan penanggulangan covid-19 yang alhamdulillah sudah melandai,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, APBD perubahan ini merupakan rasionalisasi dari APBD pokok yang sebelumnya dijalankan oleh Pj Wali Kota Makassar. Terjadinya penurunan target PAD di Kota Makassar dari Rp1,6 triliun turun menjadi 1,35 triliun karena disebabkan personil bapenda dulu tidak mampu mencapai target yang ditentukan.

“Pendapatan jauh menurun. Nah pertanyaanya kenapa di RPJM tidak diturunkan target di 2022. Karena di 2022 kita berharap tetap optimis. Pada saat kita mengganti personil di bapenda. Kondisi bapenda itu sangat berat sekali dalam pencapaian PAD yang sebesar Rp1,6 triliun.

“Kedua melihat sisa waktu yang ada dengan program, agak sulit dilaksanakan. Kegiatan banyak program tidak sesuai RPJM yang sudah ditetapkan. Sehingga rasionalisasi ini termasuk jumlah Rp680 miliar,” ujarnya.

“Kemudian kita stabilisasi mulai anggaran pegawai yang 30 persen yang tadinya 33 persen, kemudian anggaran barang dan jasa yang notabenenya jadi belanja pegawai itu dari sekitar 41,3 persen jadi 29 persen,” tambah Danny.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here