Penggiat Antikorupsi Puji Danny Pangkas Anggaran Pos Belanja, Djusman: Keputusan Itu Patut Diapresiasi

BARUGANEWS,MAKASSAR – Penggiat antikorupsi Djusman AR mengatakan memangkas anggaran yang dilakukan Danny Pomanto patut mendapat apresiasi oleh semua pihak khususnya, penggiat antikorupsi.

dan Danny menghargai pada sejumlah pos belanja. Nilainya sebesar Rp680 miliar pada APBD Perubahan 2021.

Menurutnya, hal itu telah berkesesuaian dengan instrumen Undang-undang No 28 tahun 1999 tentang penyelenggaran Negara Yang Bersih dan Bebas KKN, yang menganut sebagai (1) kepastian hukum, (2) tertib penyelenggaraan negara, (3) kepentingan umum, (4) kebijakan , (5) proporsionalitas, (6) profesionalitas, dan (7) akuntabilitas.

“Komitmen pejabat dan atau penyelenggara negara dapat dilihat sejauh mana menerapkan asas-asas tersebut,” ujar Djusman kepada Dapuredaksi.com, Kamis (9/9/2021).

Dia menjelaskan, prinsip efektivitas dan efisiensi serta kemanfaatan penggunaan anggaran adalah wujud penerapan akuntabilitas penganggaran.

“Tentunya kebijakan pemangkasan anggaran tersebut berdasarkan kajian, telaah, dan kebutuhan. Dengan dalil itu, penyusunan anggaran sebelumnya dapat dikatakan “pemborosan anggaran” dan kemungkinan mengarah pada potensi korupsi,” kata Djusman.

Djusman menegaskan, memangkas Rp 680 miliar bukan jumlah yang sedikit.
“Kita tidak bisa membayangkan andaikan itu lolos, borosnya penganggaran tersebut,” ucapnya.

Kebijakan jumlah pos tidak produktif itu lanjut Djusman, secara tidak langsung Danny telah menyelamatkan anggaran.

“Bukan sikap yang utama keberpihakannya terhadap masyarakat Makassar. Sepatutnya kita beri aplaus. Kita harus menilainya, prinsip kita ‘katakan baik bila benar, katakan salah bila menyimpan’,” ucap Djusman.

Dia adalah, penggiat antikorupsi itu, bukan hanya bergerak pada penindakan (pelaporan) tapi juga pada upaya pencegahan (penyelamatan anggaran). “Alhamdulillah pak Danny telah melakukan itu,” kata Djusman.

Dia menggarisbawahi, hanya orang tidak fair yang tidak mengapreseasi kebijakan tersebut.

“Era sekarang sangat sulit ditemukan pemimpin yang berkomitmen tinggi seperti itu,” kata Djusman.

“Yang menguasai adalah hak rakyat dan itu sudah mewakili kami penggiat anti korupsi,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here