Peduli Warga, Camat Bontoala Turun Tangan Kunjungi Bayi Yang Sering Pingsan

BARUGANEWS,MAKASSAR – Suhana akhirnya dapat tersenyum. Rumahnya dikunjungi oleh pemerintah setempat. Meski hanya sesaat, bisa sedikit memberi harapan hidup untuk anak bungsunya, RS, yang sedang mengidap penyakit fleksi akibat kompilasi kurang gizi.

“Alhamdulillah terima kasih banyak bapak-ibu dari kecamatan, kelurahan, dan puskesmas untuk melihat kondisi keluarga kami,” katanya saat dikunjungi oleh Camat Bontoala Arman, ditemani oleh Plh Lurah Wajo Baru, dan Kepala Puskesmas Malimongan Baru, Selasa, 7 September 2021.

Kedatangan perangkat pemerintahan setempat memberikan suatu semangat hidup bagi Suhana dan keluarga. Sebab, setelah sekian lama penantiannya menunggu untuk dibesuk oleh pemerintah setempat akhirnya tercapai.

Ia berharap bisa mendapat perhatian lebih dari perangkat pemerintahan setempat. Apalagi, anak pertamanya juga pernah jadi penyintas waktu masih bayi.

“Sekarang sudah mulaimi membaik waktu mau masuk TK. Dapat-ji juga bantuan dari puskesmas. Semoga ini anak keduaku juga bisa dapat pertolongan dari puskesmas kodong,” harapnya.

Plh Lurah Wajo Baru Syamsuddin mengatakan dirinya masih baru menjabat sebagai pejabat sementara. Baru dilantik lima bulan lalu. Jadi tidak terlalu mengetahui persis kondisi anak Suhana yang acapkali tidak sadarkan diri setiap sepuluh menit digendong.

“Meski saya masih baru, tapi saya sudah mempelajarinya. Kemarin itu sudah sempat juga koordinasi dengan Dinas Sosial (Dissos). Hanya saja masih menunggu arahan dari Dissos untuk penanganannya,” ungkapnya.

Meski demikian, kata Syamsuddin, RS putri kedua dari pasangan Sangkala dan Suhana itu telah diberikan pelayanan kesehatan oleh kader posyandu dan Puskesmas Maliongan Baru.

“Berdasarkan laporan yang saya terima, katanya itu anaknya sudah sering kali mi juga dirujuk ke rumah sakit. Hanya saja mungkin ada rasa trauma atau takut dari keluarganya, jadi tidak betahki tinggal di rumah sakit, dan lebih suka merawat mandiri. Biarpun kondisi rumahnya sangat memprihatinkan,” keluhnya.

Kepala Puskesmas Malimongan Baru (Kapus Malbar) Sri Rahmayani mengungkapkan bahwasanya anak kedua dari Sangkala dan Suhana ini berdasarkan pemeriksaan medisnya diketahui mengidap penyakit bawaan dari orangtuanya.

“Kalau dilihat dari berat badan menurut umurnya dia masuk gizi kurang. Kalau diliat panjang badan menurut umurnya dia pendek. Belum masuk gizi buruk. Dia ada penyakit pnemoni ada batuk disertai sesak, penyakit bawaan dari gen ibunya juga,” ucapnya setelah melakukan pemeriksaan medis kepada balitanya Suhana di gubuk kecil miliknya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, berat badan balita malang itu hanya 7.5 kilogram. Kemudian untuk panjang badannya hanya 70 sentimeter.

Camat Bontoala Arman menyebut bahwa maksud sidak yang ia lakukan bersama perangkat pemerintahan setempat yaitu untuk mengecek informasi yang beredar di tengah masyarakat yang mengatakan balita ini terkena gizi buruk.

“Setelah kami melakukan kunjungan langsung di rumah Bu Suhana, melihat kondisi si bayi yang bernama Riska, ternyata berdasarkan hasil pemeriksaan medisnya adalah gizi kurang. Meski demikian, kita akan tetap pantau untuk memberikan bantuan kepada yang bersangkutan,” urainya.

Meski baru menjabat sebagai Camat, lanjut Arman, pihaknya akan memfokuskan diri untuk membantu masyarakat di tengah keterpurukannya dalam memberikan jaminan kesehatan dan sosial.

“Pasti akan kami koordinasikan dengan instansi terkait. Khususnya di Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan. Jaminan sosial dan kesehatan bagi warga yang membutuhkan adalah prioritas secara prinsip dalam pemerintahan,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here