Pemkot Makassar Kembali Perpanjang PPKM Hingga 25 Juli Mendatang

BARUGAnews,Makassar – Pemerintah Kota Makassar (Pemkot) kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro hingga 25 Juli 2021.

Hal ini berdasarkan surat edaran Wali Kota Makassar Nomor : 443.01/1369/S.Edar/Kesbangpol/VII/2021.

Kebijakan ini diambil menindaklanjuti instruksi Menteri Dalam Negeri No 23 Tahun 2021 tentang perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro dan mengoptimalkan posko penanganan Covid-19.

Edaran yang dikeluarkan pada 21 Juli 2021 tersebut ditandatangani lansung oleh Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto.

Dimana pelaksanaan peribadatan di rumah-rumah ibadah di Makassar masih dilarang.

“Pelaksanaan kegiatan Ibadah (pada tempat ibadah di masjid, mushallah, gereja, pura dan viraha serta tempat ibadah lainnya) untuk sementara waktu tidak mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah dan megoptimalkan pelaksanaan ibadah dirumah,” tegas Danny, dalam edaran tersebut, Kamis (22/7).

Adapun beberapa poin yang tertuang dalam surat edaran tersebut yaitu :

1. Pelaksanaan kegiatan belajara mengajar (Sekolah, perguruan tinggi, akademik, tempat pendidikan dan pelatihan ) melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring (online).

2. Pelaksanaan kegiatan perkantoran/tempat kerja (perkantoran pemerintah/kementrian/lembaga/pemerintah daerah, perkantoran BUMN/BUMD/Swasta)untuk menerapkan work from home (WFH) sebesar 75 persen dan work from office (WFO) sebesar 25 persen dengan melakukan protokol kesehatan secara lebih ketat dengan pengaturan waktu kerja secara bergantian dan pada saat WFH tidak melakukan mobilisasi ke daerah lain.

3. Pelaksanaan kegiatan pada sektor esensial seperti kesehatan, bahan pangan, makanan, minuman, energy komunikasi dan teknologi informasi, keuagan, perbangkan, sitem pembayaran, pasar modal, logistik, perhotelan, konstrusi, industry strategis, pelayanan dasar, utiltas publik dan industri yang ditetapkan sebagai obajek vital nasional dan objek tertentu tetap dapat beroperasi 100 persen  dengan pengaturan jam operasional, kapasitas dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

4. Pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum (warung makan, rumah makan, kafe, pedangang kaki lima, lapak jajanan) baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/Mall :

a. Makan/minum ditempat sebesar 25 persen dari kapasitas.

b. Jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 17.00 Wita.

c. Untuk layanan makanan melalui pesan-antar/ dibawah pulang tetap di izinkan sampai dengan jam 20.00 Wita.

d. Untuk restoran yang hanya melayani pesan antar/ dibawah pulang dapat beropasi selama 24 jam.

5. Pelaksanaan kegiatan pada pusat perbelanjaan/Mall/Pusat perdagang :

a. Pembatasan jam operasional sampai dengan pukul 17.00 Wita dan,

b. Pembatasan kapasitas pengunjung sebesar 25 persen dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

6. Pelaksanaan kegiatan konstruksi (tempat konstruksi dan lokasi proyek) dapat beropasi 100 persen dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

7. Pelaksanaan kegiatan Ibadah (pada tempat ibadah di masjid, mushallah, gereja, pura dan viraha serta tempat ibadah lainnya) untuk sementara waktu tidak mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah dan megoptimalkan pelaksanaan ibadah dirumah.

8. Pelaksanaan kegiatan pada area publik (fasilitas umum,taman umum, tempat wisata umum atau area publik lainnya) di tutup untuk sementara waktu, sampai dengan wilayah dimaksud dinyatakan aman berdasarkan penetapan pemerintah kota Makassar.

9. Pelaksanaan kegiatan seni, budaya dan sosial kemasyarakatan (lokasi seni, budaya dan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) di tutup untuk sementara waktu sampai dengan wilayah di maksud dinyatakan aman berdasarkan penetapan pemerintah kota Makassar dan untuk kegiatan hajatan (kemasyarakatan) paling banyak 25 persen dari kapasitas dan tidak ada hidangan makanan di tempat.

10. Pelaksanaan kegiatan usaha karoke, rumah bernyayi keluarga, klub malam, diskotik, live musik, pijat/refleksi, dan semacamnya termasuk sarana penunjang tempat hiburan yang ada dihotel, ditutup sampai status lokasi usaha di RT tersebut dinyatakan keluar dari zona orange.

11. Pelaksanaan kegiatan rapat, seminar dan pertemuan luring (lokasi rapat/seminar/pertemuan ditempat umum yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) ditutup untuk sementara waktu, sampai dengan wilayah dimaksud dinyatakan aman berdasarkan penetapan  pemerintah kota Makassar.

12. Pengguna transportasi umum (kendaraan umum, angkutan massal, taksi konvensional dan online), ojek (pangkalan dan online), dan kendaraan sewa/rental), dapat beroperasi dengan melakukan pengaturan kapasitas, jam operasional dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat yang pengaturannya lebih lanjut di atur oleh pemerintah kota Makassar.

13. Para camat dan lurah selaku ketua satgas di wilayah masing-masing dengan berkoordinasi master covid-19 dan memperketat protokol kesehatan, serta melakukan pemetaan terhadap titik-titik potensi keramaian di wilayah masing-masing dengan koordinasi pada SATGAS covd-19.

14. SATGAS Covid-19 melaksanakan pemantauan terhadap penerapan disiplin penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian covid-19 di kota Makassar  berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

15. Pelanggaran  terhadap pengaturan yang dimaksud dalam surat edaran ini, akan diberikan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

16. Surat edaran ini mulai berlaku pada tanggal 21 Juni 2021 sampai dengan tanggal 25 Juni 2021.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here