Belasan Ribu Relawan Makassar Recover Sudah GeNose dan PCR

BARUGAnews,Makassar – Relawan Makassar Recover telah menjalani tes GeNose dan tes PCR yang merupakan rangkaian persiapan sebelum menerjunkan tim ke masyarakat.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Andi Hadijah Iriani, mengatakan pemeriksaan ini ditargetkan selesai dalam waktu sepekan. Tercatat ada 15.306 relawan yang akan diperiksa, terdiri dari 10.000 detektor, 5.000 nakes dan 306 dokter.

“Kita baru memulai kemarin, itu 500 setiap hari sehingga ini baru 1.000 dari 15.000 yang ada,” ujar Hadijah, Sabtu (1/5/2021).

Hadijah menjelaskan, relawan Makassar Recover harus dipastikan benar-benar sehat sebelum turun ke masyarakat. Jangan sampai, kata dia, justru relawan itulah yang membawa virus ke rumah warga.

Para relawan tersebut kelak akan mendatangi rumah warga untuk menjelaskan mengenai program Makassar Recover. Program ini sendiri merupakan inisiatif Wali Kota Makassar Moh Ramdhan “Danny” Pomanto untuk menangani pandemik COVID-19.

“Nanti warganya dikunjungi door to door sebanyak 300 ribu rumah warga,” katanya.

Jika ada relawan yang dinyatakan reaktif berdasarkan hasil tes GeNose, maka akan ditindaklanjuti dengan tes PCR. Jika hasil tes PCR ternyata positif, maka relawan yang bersangkutan harus menjalani isolasi mandiri.

“Tentu kita isolasi mandiri karena yang datang ke sini tidak memberi keluhan. Harus isolasi dulu, kemudian kita tracing kontak eratnya. Itu kan sekarang tracing-nya paling tidak 30 orang,” jelas Hadijah.

Setelah menjalani isolasi selama 10 hari, maka relawan yang positif COVID-19 akan diperiksa kembali dengan tes PCR.

“Kita lihat lagi kalau memang dia sehat bugar tidak ada apa-apa negatif hasilnya, boleh masuk kembali,” katanya.

Tapi sejauh ini, Dinas Kesehatan juga masih melatih relawan untuk lebih lincah dalam memeriksa orang dengan alat GeNose. Karena alat ini berbeda dengan PCR yang sudah lebih dulu digunakan sejak awal pandemik COVID-19.

“Kalau PCR kan sudah familiar. Kalau GeNose ini kan baru. Kedua, GeNose itu cara-caranya mulai dari pemanasan mesinnya sampai pada pembacaannya itu membutuhkan ketelitian sehingga ini kita lakukan juga pelatihan sekaligus bagi relawan,” kata Hadijah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here