Saat COVID, Menurut Data P2TP2A Makassar Ada 28 Pasangan Anak di Bawah Umur Ingin Nikah

Ketua TRC P2TP2A Kota Makassar Makmur

BARUGANEWS,MAKASSAR – Pusat Layanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Kota Makassar berhasil menggagalkan 28 pasangan pernikahan anak di bawah umur. Mereka mengajukan permohonan pernikahan sejak pandemi Corona (COVID-19).

“Kalau melihat dari antusiasme warga Kota Makassar terkait dengan permintaan mereka, ini memang menjadi problem kita. Sebenarnya karena banyak masyarakat yang belum tahu bahwa yang Permen Nomor 5 Tahun 2019 ini yang harus minta rekomendasi umur 19 tahun perempuan maupun laki-laki kebanyakan memang masyarakat datang ke sini dan yang kami gagalkan itu. Kami nggak berani kasih rekomendasi. Adalah ada sekitar 28 anak-anak yang mau menikah di bawah umur,” kata Ketua TRC P2TP2A Kota Makassar Makmur saat ditemui di Jalan Anggrek, Makassar, Kamis (27/8/2020).

Makmur menjelaskan pernikahan anak di bawah umur ini bahkan didukung oleh kedua orang tuanya sendiri. Mereka beralasan akan ingin menikahkan anaknya dengan alasan lebih mandiri.

“Ini memang–apa namanya–rata-rata kemauan orang tua dan jadi persoalan adalah orang tua memaksakan kehendaknya untuk menikahkan dengan alasan-alasan tertentu. Tetapi artinya bukan ada kecelakaan atau hamil, tapi dengan hanya ingin menikahkan anaknya supaya dia bisa mandiri,” jelasnya.

Ke-28 pasangan anak di bawah umur mengajukan pernikahan sejak Januari 2020 hingga saat ini. Dia pun heran dan menyebut, di tengah pandemi COVID-19, pesta pernikahan belum diizinkan sepenuhnya oleh Pemkot Makassar.

“Ini yang rata-rata kita gagalkan dan itu hanya sampai bulan 6 dan saya kurang tahu nanti sampai bulan Desember. Apakah sampai bulan Desember ini meningkat atau tidak karena saya heran juga di masa pandemi, ini masak masih banyak yang berlomba-lomba untuk dinikahkan. Padahal setahu saya kan tidak boleh kumpul. Tapi ya itulah, pemikiran orang tua tidak memikirkan itu, yang penting anaknya nikah,” jelasnya.

Makmur menyebut pasangan anak dibawah umur ini masih berstatus sekolah dengan usia 15-16 tahun.

“Padahal ini masih sekolah, usia rata-rata memang ini di bawah di bawah 19 tahun dan rata-rata itu yang selalu itu mulai 16 tahun dan 15 tahun yang kami hitung itu selama pandemi ini atau bisa dihitung Januari juga 2020 ini menjadi proses untuk data-data kami yang terkait dengan angka anak yang menikah di bawah umur dan anak yang meminta rekomendasi dinikahkan,” terangnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here