New Normal Akan Diterapkan Pemkot Makassar, Berikut Ini Syaratnya

Pj Walikota Makassar Rudy Djamaluddin.

BARUGANEWS,MAKASSAR – Penjabat (Pj) Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin mengatakan penerapan New Normal atau adaptasi kebiasaan baru di Kota Makassar akan dilaksanakan jika masyarakat menjadikan protokol kesehatan sebagai suatu kebiasaan,  bukan lagi suatu yang harus dipaksakan.

“Jika tren kepatuhan masyarakat sudah semakin baik dan menjalankan protokol kesehatan atas kesadaran sendiri maka saatnya kita sudah bisa masuk ke new normal,” tegas Prof Rudy kepada wartawan di rumah jabatan Walikota Makassar, Selasa (28/7/2020).

Menurut Rudy, perkembangan penularan Covid-19 di Kota Makassar mulai menunjukkan  angka reproduksi efektif di bawah satu sebaiknya jangan ditanggapi sebagai suatu tahap menuju pelonggaran yang justru berpotensi menjadi bumerang terjadinya second wave (gelombang kedua).

“Potensi peningkatan sangat mungkin terjadi jika dilonggarkan. Kita harus lebih tegas dan hati-hati, khususnya dalam hal penerapan protokol kesehatan. Meskipun kita mensyukuri beberapa poin positif dari upaya yang dilakukan sejak Perwali diberlakukan,” kata Rudy.

Ia mengakui beberapa hari terakhir tingkat paparan virus menunjukkan penurunan.  Bahkan sudah memasuki level dua digit.

‘’Demikian pula jika diukur dari indeks penularan atau nilai RT yang merupakan indek awal penularan virus corona yang juga sudah menunjukkan angka di bawah satu,” katanya.

Dua parameter tersebut menurut Rudy menunjukkan upaya pengendalian yang dilakukan memberikan dampak positif. Menurutnya momentum ini sebenarnya sebuah sinyal untuk lebih berhati-hati dan lebih tegas dan disiplin dalam menerapkan aturan Perwali 36.

“Sebentar lagi kita merayakan hari raya Idul Adha. Pelaksanaan protokol kesehatan ini yang kita fokuskan. Sebaiknya shalat Id di masjid saja. Jangan di lapangan karena itu bisa memicu kumpulan orang yang lebih besar dan kontrol protokol kesehatannya akan sulit,” imbau Rudy.

Ia mengungkapkan hasil rapat dengan Forkopimda disepakati untuk memperpanjang pengetatan perbatasan  selama satu minggu kedepan.

‘’Kita ingin masyarakat yang ingin masuk Makassar betul-betul terbebas dari covid, demikian pula sebaliknya. Kita tidak ingin warga Makassar menjadi carrier saat mudik dan membahayakan keluarga di kampung,” paparnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here