Pemkot Makassar: Ini Catatannya Bagi Hotel Yang Ingin Beroperasi Kembali

Rusmayani Majid, Kepala Dinas Pariwisata Makassar

BARUGANEWS,MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar memberi sinyal membolehkan seluruh hotel untuk kembali beroperasi.

Dengan catatan, patuh dan melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Proses penerapan protokol kesehatan tersebut akan dipantau dan diawasi oleh Dinas Pariwisata.

Seperti disampaikan Kepala Dispar Makassar, Rusmayani Majid saat ditemui di Balaikota belum lama ini. Dia mengatakan tamu sudah bisa menginap, melakukan pertemuan terbatas hingga makan di restoran hotel.

“Sebenarnya restoran hotel boleh, kamar boleh, meeting boleh, tapi terbatas dan tidak boleh makan di dalam. Jadi snack box boleh,”ungkap Maya sapaan akrabnya.

Dia mengatakan, masih ada acara yang belum bisa dilaksanakan di hotel yaitu resepsi pernikahan dan event besar yang mengundang banyak orang.

“Mereka sudah dibuka kamarnya, cuman wedding dan segala yang mengumpulkan orang banyak supaya bersabar dulu,” tambahnya.

Rusmayani memaparkan alasan pemerintah belum membolehkan acara pengantin, mengingat jumlah tamu undangan yang banyak. Dikhawatirkan ada tamu yang menjadi pembawa virus.

“Kalau pengantin yang banyak orang belum boleh, karena menurut Pak Wali (Rudy Djamaluddin) orang makan dan ngobrol buka masker, takutnya ada orang yang karier,”katanya.

Rusmayani menambahkan, kebijakan yang dikeluarkan melihat perkembangan jumlah kasus Covid dalam dua pekan kedepan. Jika kembali akan ditinjau atau dilonggarkan, protokol kesehatan akan dijaga ketat.

“Sabar dululah. 2 minggu ini lihat dulu perkembangan Covid-19 di Makassar, mudah-mudahan sudah turun. Itupun kalau turun, protokol kesehatan harus ketat,”ucap Maya.

Menurutnya, protokol kesehatan menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Pihaknya tidak ingin mengulang kejadian saat pelonggaran pasca Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mengakibatkan kasus Covid-19 di Makassar melonjak.

“Itu saja, karena kemarin PSBB kedua sebenarnya sudah bagus, cuman karena kita terlalu terlena pengawasannya akhirnya naik lagi. Pak wali tidak mau sekarang kita sudah turun 60 kasus jangan sampai kita sudah longgarkan menjadi 100 lagi,” tutupnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here