Pemasukan Capai Rp2 Juta Per Hari, Parkir Elektronik Dinilai Lebih Efektif daripada Konvensional

BARUGANEWS,MAKASSAR – Program parkir elektronik yang digagas oleh PD Parkir Makassar Raya terus berjalan sejak diuji coba pada 9 Maret lalu.

Humas PD Parkir Makassar Raya, Asrul, mengatakan, pendapatan yang dihasilkan parkir elektronik ini bisa mencapai Rp2 juta per hari meski di tengah pandemi.

“Kita bicara saat pandemi, rata-rata di angka Rp2 juta per hari. Jika hari-hari biasa pasti akan lebih tinggi lagi,” ujarnya, Kamis (16/7/2020).

Menurut Asrul, jika dibandingkan dengan parkir konvensional, kenaikan pendapatan parkir elektronik ini bisa mencapai selisih hingga 30 persen.

“Kalau dari pendapatan sebenarnya kalau dibandingkan dari konvensional ke online ini Alhamdulillah ada kenaikan walau pun memang belum signifikan,” paparnya.

“Kenaikan sekitar 30 persen lah, belum terlalu normal keadaan. Seandainya keadaan normal pasti lebih besar kenaikannya karena logikanya tergantung potensi di lapangan, semakin besar potensi yang bisa kita terima,” katanya, melanjutkan.

Asrul menambahkan, parkir elektronik ini sudah terpasang dan diuji coba sebanyak 8 buah yang terbagi di jalan Boulevard dan Jalan Pengayoman.

“Data dari IT kami jumlahnya 8 termasuk di Pengayoman. Pengayoman itu barupi di awal Juli. Kalau di Boulevard itu dari Maret kemarin sudah jalan. Kemarin sempat hampir vakum karena dampak pandemi jadi tidak ada aktivitas apalagi saat PSBB,” tukasnya.

Kendati demikian, Asrul tak ingin mengatakan pihaknya sudah sukses dengan hasil dari parkir elektronik tersebut. Menurutnya, biar masyarakat yang menilai hasil dari kinerja PD Parkir.

“Saya tidak bisa memberi kesimpulan bahwa sukses namun pada prinsipnya jalan dulu sambil sosialisasi, edukasi untuk pengawasaan penataan. Tingkat kesuksesannya itu tergantung bagaimana masyarakat menilai pelayanan yang kami berikan,” ucapnya.

Parkir elektronik, kata Asrul, perlu saran dan masukan dari masyarakat agar bisa disempurnakan lagi untuk ke depannya. Saat ini pihaknya fokus untuk terus mensosialisasikan baik jukir maupun masyarakat.

“Jalan sudah 3 bulan, masih sosialisasi, masyarakat juga belum paham sepenuhnya dan belum tahu semua. Jadi sembari sosialisasi, sembari juga edukasi jukir. Tapi pada prinsipnya sebenarnya rata-rata sudah paham cara penggunaannya,” tandasnya.  (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here