Usulan Penghapusan Debat Publik Paslon Walikota Ditolak KPU Makassar

KOMISI PEMILIHAN UMUM (KPU), KOTA MAKASSAR MENGGELAR KONFERENSI PERS

BARUGANEWS,MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar mengusulkan agar program debat publik pasangan calon untuk tahapan Pilwali Makassar 2020 dihapuskan.

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk meminimalisir anggaran. Terlebih lagi, tahapan pilkada kali ini digelar di tengah keterbatasan anggaran akibat pandemi Covid-19.

Usulan itu menuai reaksi penolakan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar. Mereka menolak untuk menghapus program debat publik pasangan calon sebab tahapan tersebut diatur dalam PKPU Nomor 4 Tahun 2017.

Penolakan itu disampaikan oleh Ketua KPU Makassar, Farid Wajdi. Menurutnya, program debat publik tersebut tidak dapat dihapus sebab merupakan hal yang substansi dalam proses demokrasi.

“Debat publik para pasangan calon adalah hal yang paling penting dalam tahapan karena semua gagasan dan visi misi itu diulas. Masyarakat sebagai pemilih cerdas sangat menantikan tahapan ini, jadi kami tidak bisa menghapusnya,” kata Farid.

Hal sama diungkapkan Komisioner KPU Makassar Divisi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (SDM) Endang Sari. Menurutnya, kualitas pilkada salah satunya ditentukan oleh debat publik para pasangan calon.

“Jadi yang kami sayangkan itu, permintaannya bukan mengurangi tapi menghapus. Bagaimana mungkin hal paling elementer dalam sebuah tahapan dihilangkan, ini bukan pesta demokrasi jika debatnya dihilangkan,” tegas Endang.

Menurutnya, debat publik tidak bisa serta merta dihilangkan dalam tahapan pilkada. Selain sudah diatur dalam PKPU, katanya, dihapusnya tahapan debat publik juga akan mengurangi kualitas sebuah kontestasi demokrasi.

“Jika debat publik dihilangkan, akan berdampak pada kualitas Pilwali Makassar. Di debat itu publik bisa mendengar visi dan misi kandidat, jika itu dihilangkan maka kami khawatir publik tidak dapat mendapatkan itu (informasi),” demikian Endang. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here