Pendapatan Daerah Merosot, Tunjangan ASN Pemkot Makassar Dipotong

Pj Walikota Makassar Iqbal Suhaeb

BARUGANEWS,MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, memotong besaran Tunjangan Perbaikan Pendapat (TPP) untuk aparatur sipil negara ( ASN) lantaran adanya penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pemotongan dilakukan untuk TPP ASN Pemerintah Kota Makassar yang dibayarkan pada April 2020. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKAD) Kota Makassar, Andi Rahmat Mappatoba mengatakan, tunjangan dipotong sebesar 40 persen. “Ada pemangkasan. Sekarang kan pendapatan menurun. PAD kita turun drastis. Di samping juga dana transfer dari pusat juga pengurangannya besar. Jadi yah memang karena tidak ada uang,” kata Rahmat, Kamis (14/5/2020).

Namun, tidak semua ASN dipotong tunjangannya. Tenaga penyapu jalan dan pengangkut sampah termasuk ke kelompok yang tidak mengalami pemotongan. “Jadi yang dipotong TPP-nya adalah ASN dengan status middle keatas. Yang tidak dipotong itu yang kayak pengangkut sampah, klinik, penyapu-nyapu jalan, itu tidak dipotong, dan sopir. Ini karena dilihat dari kapasitas pekerjaannya,” sebut Rahmat. Pemangkasan tunjangan ini mengacu pada Perwali yang sudah ada. Selain itu ada edaran dari pemerintah pusat agar daerah merasionalisasi belanja modal, belanja perjalanan dinas, termasuk pengadaan barang dan jasa. “Kementerian saja lakukan itu (pemangkasan), provinsi lain juga banyak. Syukur-syukur itu masih TPP yang dikurangi, di tempat lain ada yang dikurangi sampai gajinya,” katanya.

Dengan adanya pemangkasan TPP tersebut, kata dia, Pemkot Makassar bisa mengefisienkan anggaran hingga Rp 100 miliar. Sejauh ini, belum ada pencairan TPP yang dilakukan Pemkot Makassar untuk April. Alasannya, belum ada OPD yang mengajukan pencairan. “Pembayarannya itu tergantung kapan OPD mengajukan ke kita. Belum ada OPD yg mengajukan pencairan,” tambahnya.

Terpisah, Pj Wali Kota Makassar Yusran Jusuf saat dikonfirmasi mengaku masih harus mendalami persoalannya terlebih dahulu. “Saya cari informasinya dulu di internal, tentu kan saya akan lakukan rapat internal dulu di OPD, supaya bisa tahu apa masalahnya. Saya perlu dalami dulu,” kata Yusran. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here