Cegah Covid-19, Pemkot Makassar Perketat Jam Operasional Toko

PJ Walikota Iqbal Suhaeb

BARUGANEWS,MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar kembali mengeluarkan surat himbauan terkait jam operasional tempat usaha penyedia bahan pokok dan non bahan pokok. Hal itu berdasarkan surat edaran Dinas Perdagangan Kota Makassar dengan nomor 800/0582/Disdag/IV/2020.

Terkait hal itu, Penjabat (Pj) Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb membenarkan hal itu. Ia mengatakan jika hal itu dilakukan sebagai langkah preventif Pemkot Makassar untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Dihimbau agar tetap menjaga physical distancing” kata Iqbal, Jumat,(3/4).

Hal senada disampaikan oleh Kepala Bidang Usaha Perdagangan, Dinas Perdagangan Kota Makassar, Ikhsan NS. Ia mengaku jika surat edaran ini sudah harus ditindaklanjuti oleh pemilik usaha setelah surat tersebut diterima.

“Surat edaran ini diberlakukan setelah diterimanya surat edaran tersebut. Dan pelaku usaha harus melaksanakan imbauan itu karena ini untuk kepentingan kita semua,” kata Ikhsan.

Menurutnya, diberlakukannya pengurangan jam operasional khusus toko penyedia sembako dan toko penyedia non kebutuhan pokok sebagai langkah taktis pencegahan penularan Covid-19.

“Bagi toko yang menyediakan bahan pokok akan diberikan kebijakan boleh buka sampai jam 8 malam. Dan toko yang tidak menjual bahan pokok, harus mengindahkan imbauan ini dan hanya boleh beroperasi 4 jam tiap hari,” ungkapnya.

Ia mengaku jika pihaknya memberikan persyaratan agar dilakukan pembatasan pelanggan untuk tidak datang dalam jumlah yang banyak. “Tidak boleh masuk lama-lama untuk bergerombol tidak boleh, take away aja,” katanya.

Perubahan dari surat tersebut, kata dia, merupakan tindaklanjut dari surat imbauan sebelumnya yang dikeluarkan pada 1 April lalu dari Pemkot Makassar untuk memastikan stok kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi.

“Artinya kita berlakukan pembatasan jam operasional karena itu kan penyedia kebutuhan pokok dan masyarakat membutuhkan. Jangan sampai kita cegah penyakit satu datang penyakit yang lainnya,” jelasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here