Pemkot Makassar Ajak Masyarakat Ganti Botol Plastik dengan Tumbler

Pemkot Makassar kampanyekan penggunaan Tumbler dalam HPSN di Anjungan City of Makassar, Minggu (23/2)

BARUGANEWS,MAKASSAR – Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb mengampanyekan penggunaan tumbler sebagai pengganti minuman yang dikemas dengan botol plastik. Hal ini dimaksudkan demi mengurangi volume sampah yang disebabkan oleh sampah botol plastik.

Kampanye ini dilakukan saat momentum Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2020 dengan tema “Indonesia Bersih, Indonesia Maju, Indonesia Sejahtera” di Anjungan City of Makassar, Minggu (23/2).

“Mari kita gunakan tumbler untuk mengurangi sampah plastik. Setidaknya kita bisa mengurangi minum air dalam botol kemasan dan mengurangi penggunaan plastik,” kata Iqbal dalam sambutannya.

Dalam kesempatan tersebut, Iqbal juga menekankan pentingnya mengurangi sampah plastik. Salah satunya dengan mengganti kantong plastik dengan paper bag atau mengganti sedotan plastik dengan sedotan kayu atau stainless.

Dia bahkan meminta agar perusahaan-perusahaan yang menyediakan kebutuhan sehari-hari bisa menghasilkan produk dengan wadah yang mampu terurai dengan cepat.

“Seperti yang terbuat dari Singkong atau apa. Sebenarnya sudah ada yang membuatnya tapi masih mahal harganya. Sangat bagus jika itu sudah terjangkau dan diproduksi secara massal. Itu bisa dipakai para pedagang di pasar dan pedagang-pedagang lainnya,” ujarnya.

Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 70 Tahun 2019 tentang Pengendalian Penggunaan Kantong Plastik yang disahkan pada 21 November 2019 lalu, menjadi salah satu langkah Pemkot Makassar untuk mengajak masyarakat lebih bijak menggunakan plastik.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar Andi Iskandar mengatakan melalui Perwali ini pihaknya bisa memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai sulitnya mengendalikan kantong plastik.

“Makanya dengan adanya HPSN, kita minta kepada masyarakat bahwa ke depan nanti kalau mau belanja di mana saja, mereka dari rumah sudah menyiapkan kantong yang bisa digunakan berulang kali,” katanya.

Penggunaan tumbler, menurut Iskandar, juga merupakan salah satu antisipasi pemerintah dalam pengendalian sampah plastik. Di lingkup Pemkot Makassar sendiri, setiap pegawai diharuskan membawa tumbler.  Hal ini dimaksudkan agar pemerintah bisa memberikan contoh kepada masyarakat.

Iskandar mengatakan, ke depannya bisa saja akan ada sanksi bagi pegawai yang tidak membawa tumbler. Sanksi denda misalnya. Sebab menurutnya, sanksi berupa denda biasanya akan menumbuhkan keseriusan untuk melaksanakan sebuah aturan.

“Kita sudah imbau juga kepada Pemkot kalau melaksanakan kegiatan-kegiatan di hotel sedapat mungkin tidak ada air mineral tapi diganti dengan gelas yang bisa digunakan berulang kali. Hotel kan juga sudah tahu perwali itu,” kata Iskandar.

Selain itu, penggunaan tumbler ini juga menyasar anak-anak remaja. Maka dari itu DLH juga gencar melakukan sosialisasi penggunaan tumbler ke sekolah-sekolah, khususnya tingkat SD dan SMP. Bahkan diharapkan bisa menjadi salah satu program Adiwiyata atau program pendidikan lingkungan hidup di sekolah-sekolah.

“Jadi saya tugasi memang khusus di sekolah-sekolah bagaimana perubahan pola pikir anak-anak sekolah. Penggunaan tumbler ini memang awalnya masih sering dilupa. Tapi kalau kita sudah keseringan membawa maka pasti merasa ada yang hilang. Begitu yang kita harapkan ke masyarakat,”katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here