DPRD Soroti Maraknya Pengemis di Makassar, Kadis Sosial: Memang Masih Ada

BARUGANEWS,MAKASSAR – Gelandangan dan pengemis (gepeng) semakin marak saja di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Komisi D DPRD Kota Makassar pun mendesak Dinas Sosial untuk melakukan penertiban.

Lalu, apa tanggapan Dinas Sosial Kota Makassar?

Kepala Dinas Sosial kota Makassar, Mukhtar Tahir mengakui masih ada beberapa titik di Kota Makassar yang belum terjangkau terkait gelandangan dan pengemis ini. Sehingga masih ada beberapa yang bersarang, baik pada hari biasa maupun pada hari-hari raya.

“Di beberapa titik memang masih ada. Bahkan meski kita sudah sering melakukan patroli tetap saja ada yang didapat,” ujar Mukhtar.

Ia berharap kepada masyarakat, untuk ikut berperan dalam mengurangi gepeng di kota Makassar. Utamanya pada titik-titk yang sulit dijangkau oleh Dinsos.

“Kami membutuhkan partisipasi masyarakat, pada titik yang dimaksud supaya bisa ditertibkan,” jelasnya.

Tim terpadu Dinas Sosial Kota Makassar yang terdiri dari anggota Polri, Satpol PP, TRC Saribattang, dan beberapa anggota tim rutin melakukan patroli gepeng dan anak jaanan.

Sebelumnya, Komisi D Bidang Kesejahteraan Masyarakat dan Pendidikan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, mendesak Dinas Sosial untuk menindak maraknya gepeng di Kota Makassar yang bertebaran.

“Dinas Sosial harus lebih aktif melaksanakan pendataan dan tindakan agar meminimalisir hadirnya Gepeng di Kota Makassar,” ujar anggota Komisi DPRD Kota Makassar Budi Hastuti, Kamis (20/2/2020).

Legislator Gerindra ini mengaku prihatin tentang keberadaan Gepeng di Makassar. Olehnya itu ia mendesak pemerintah kota harus berperan aktif utamanya Dinas Sosial dan seluruh elemen masyarakat.

“Rehabilitasi sosial perlu dilaksanakan secara rutin pemberian pembinaan fisik dan mental, keterampilan dan pelatihan kerja. Tentunya masalah ini dibutuhkan dan sinergitas dari beberapa pihak bukan hanya dari Dinas Sosial,” tambah Budi.

Dewan pendatang baru ini pun mengajak pemerintah kota Makassar untuk segera melakukan diskusi untuk menciptakan alternatif solusi dalam meminimalisasir adanya Gepeng.

“Mari kita duduk bersama agar bisa menciptakan solusi yang kreatif, karena masalah ini selalu hadir untuk kota besar termasuk Kota Makassar,” pungkas Budi. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here