Ruang Terbuka Hijau di Makassar Masih Jauh dari Ideal

BARUGANEWS,MAKASSAR – Makassar merupakan salah satu kota utama di kawasan timur Indonesia. Ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan ini bahkan disebut sebagai pintu gerbang menuju Indonesia Timur. Pembangunan infrastruktur pun terus dilakukan guna menunjang aktivitas masyarakatnya.

Namun sayang, pembangunan infrastruktur tidak sejalan dengan jumlah penyediaan kawasan ruang terbuka hijau (RTH). Pembangunan infrastruktur justru turut berperan dalam memangkas RTH.

Plt Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Andi Iskandar juga mengakui keberadaan RTH di Makassar belum memadai lantaran baru mencapai 11 persen dari target 30 persen.

“Untuk idealnya, RTH suatu kota adalah 30 persen dari luas wilayah kota dan untuk Kota Makassar RTH baru kurang lebih sekitar 11 persen,” kata Iskandar, Selasa (18/2).

Keterbatasan lahan pun menjadi pemicu minimnya keberadaan RTH. Dalam situasi ini, pemerintah kota Makassar melakukan berbagai upaya agar mampu memenuhi 30 persen RTH sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang Nomor 26 tahun 2007 tentang penataan ruang.

“Kita kekurangan lahan dalam pengadaan luasan RTH. Untuk pemenuhan luasan RTH, dari 30 persen, pemerintah menyiapkan 20 persen lahan publik dan 10 persen lahan privat yang disiapkan oleh masyarakat Kota Makassar,” kata Iskandar.

Di antara RTH yang ada di Makassar, ada beberapa yang menjadi favorit warga Makssar. Sebut saja Taman Macan di Jalan Balaikota yang memiliki luas 12.700 m2. Lalu ada juga Taman Pakui Sayang yang berlokasi di Jalan Pettarani. Di sini, warga biasanya senang berolahraga atau hanya sekadar bersantai.

Namun bukan hanya taman saja yang menjadi RTH. Pepohonan yang menaungi area pejalan kaki juga termasuk RTH yang membantu menyegarkan udara di perkotaan.

“Selain taman yang ada sekarang, pohon yang ada di ruas jalan, pohon di perkantoran, pohon di sekolah juga menjadi titik-titik RTH,” kata Iskandar lagi.

Untuk menambah luasan RTH, Pemkot Makassar berencana membangun taman tematik di eks terminal Toddopuli. Selain itu, tahun ini pemerintah juga merencanakan revitalisasi pedestrian kawasan Tanjung Bunga.

Iskandar mengatakan, di sekitar kawasan ini akan ditanami pohon pelindung untuk menambah luasan RTH. Sebab keberadaan RTH sangat penting dalam sebuah daerah perkotaan.

“RTH sangat penting untuk suatu kabupaten/kota karena selain sebagai penyeimbang suhu dalam kota, juga sebagai penyedia oksigen bagi penduduk kota atau paru-paru kota,” katanya. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here