PD Parkir Lengkapi Jukir Alat Transaksi Canggih Guna Tambal Kebocoran Retribusi

BARUGANEWS,MAKASSAR – Perusahaan Daerah (PD) Parkir Makassar Raya kembali membuat gebrakan dalam rangka meminimalisir kebocoran retribusi, salah satunya melalui penerapan sistem cashless (pembayaran non tunai) dengan menggunakan alat handheld di seluruh titik parkir.

Ditemui di ruang kerjanya, Kamis (13/2/2020), Direktur utama (Dirut) PD Parkir Makassar Raya Irhamsyah Gaffar mengungkapkan dalam waktu dekat pihaknya akan memfasilitasi Juru parkir (jukir) dengan handheld.

Handheld merupakan perangkat elektronik portabel yang dapat dibawa dan digenggam berupa mesin kasir kecil mirip android yang berfungsi sebagai alat transaksi non tunai sekaligus alat deteksi dan monitoring bagi jukir dalam memudahkan tugasnya di lapangan.

“Untuk tahap awal PD Parkir akan menyiapkan 200 unit Handheld kepada jukir jukir yang ada di titik parkir di Jalan Boulevard dan jalan Pengayoman. Sebelum penerapan alat ini kita akan lakukan sosialisasi dan pelatihan dulu kepada jukir agar mereka betul betul paham cara penggunaannya.” terang Irhamsyah.

Handheld selain ringan dibawa oleh jukir, juga memiliki kelebihan diantaranya dilengkapi struk belanja layaknya mesin kasir, serta kamera yang bisa merekam aktifitas yang berlangsung di area parkir.

“alat ini juga dilengkapi kamera untuk dokumentasi video dan foto. Jadi kalau ada indikasi tindak kejahatan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) akan mudah ketahuan, karena dari masuk sampai keluar area parkir, plat kendaraan dan pengendaranya akan terekam. Ketika ada orang lain yang mau mengambil kendaraan itu pasti ketahuan. Intinya ini berfungsi sebagai savety bagi jukir maupun pelanggan.” jelasnya.

Sistem handheld juga diyakini meminimalisir kebocoran retribusi parkir, karena sudah menggunakan pembayaran non tunai, semua transaksi akan terekam di alat ini dan datanya terintegrasi pada server induk, sehingga semua potensi pendapatan di setiap titik parkir di kota Makassar akan diketahui.

Ditambahkan Humas PD Parkir Asrul, bahwa selain kemudahan yang telah disebutkan, penerapan alat ini juga memanjakan pengguna jasa parkir tidak perlu lagi mengunjungi dispenser TPE untuk bertransaksi, tetapi Petugas jukir yang telah dilengkapi handhel akan mendatangi pelanggan.

“Namanya juga handheld pembayaran non tunai (cashless) pasti menggunakan kartu e-money atau sejenisnya. Hadirnya alat ini juga bagian dari edukasi kepada masyarakat terhadap transisi dari siatem konvensional ke sistem digital.” tandasnya.

Diketahui, sistem pembayaran cassless menggunakan handheld, rencananya mulai diterapkan pada April- Mei 2020 mendatang. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here