Perwali Tentang Seragam Khusus Honorer Pemkot Makassar Belum Efektif

Sekertaris Daerah Kota Makassar Muh. Ansar

BARUGANEWS,MAKASSAR – Perwali tentang seragam khusus untuk honorer di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar tampaknya belum berjalan efektif. Pasalnya, masih banyak pegawai honorer yang menggunakan seragam ASN.

Sekertaris Daerah Kota Makassar Muh. Ansar menilai hal itu terjadi lantaran beberapa SKPD lupa menganggarkan pengadaan seragam khusus tersebut pada alokasi anggaran APBD 2020.

“Setiap tahun ada anggaran untuk masing-masing SKPD,” kata dia di Balai Kota, Selasa, 4 Februari 2020.

Kendati demikian, Ansar mengatakan bila memang terjadi pelanggaran maka seharusnya SKPD terkait yang memberi teguran.

“Kan setiap SKPD yang bertanggung jawab, karena yang mengusulkan tenaga kontrak mereka,” kata Ansar.

Sebelumnya, Penjabat Wali Kota Makasaar M Iqbal Samad Suhaeb telah mengeluarkan Perwali ihwal pembedaan pakaian dinas antara Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan Pegawai Honorer.

Hal itu sudah diatur dalam Peraturan Wali Kota No 77 tahun 2019 dan telah berlaku sejak 1 Januari 2020.

Dalam Perwali, pegawai honorer hanya boleh menggunakan kemeja polos warna abu-abu muda dan celana gelap untuk hari Senin sampai Rabu. Sementara pada hari Kamis dan Jumat wajib mengenakan pakaian batik.

“Tujuan penerapan perbedaan seragam itu untuk memudahkan menentukan mana pegawai Honorer dan PNS. Pelaksanaan aturan merujuk pada Permendagri tentang tata laksana PNS,” ungkapnya.

Namun, hingga saat ini aturan tersebut belum berjalan sebagaimana mestinya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here