Pendapatan Pajak Daerah Meningkat 40 Persen

BARUGA,MAKASSAR – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar terus berupaya melakukan optimalisasi pendapatan daerah. Dengan menggandeng Tim Koordinasi Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) KPK, pendapatan pajak daerah meningkat sekira 40 persen.

Berdasarkan pantauan dilapangan, Bapenda-KPK mengunjungi dan memantau alat perekam online. Diantaranya, Grand Asia Hotel, Hotel Claro Makassar, Starbucks dan Mc Donald’s di Mall Ratu Indah, Ayam Goreng Sulawesi di Pattimura, dan Cafe Numerica di Jalan Bontolempangan.

Kepala Bapenda Kota Makassar, Irwan Adnan mengatakan, pasca pemasangan alat perekam transaksi elektronik secara online, pendapatan daerah, khususnya pajak daerah mengalami peningkatan. Berdasarkan data, pemasukan perbulan mencapai sekira Rp180 miliar.

“Bulan Agustus itu Rp188 miliar. Insya allah, target Rp1,6 triliun bisa tercapai bahkan target kita bisa over,” cetus Irwan, Jumat (13/9).

Terkait alat perekam transaksi yang mengalami masalah. Kata Irwan, alat tersebut terjadi karena hanya persoalan teknis. MPOS akan menampilkan peringatan (warning) apabila tidak ada transaksi selama lima jam.

“Biasa itu tidak aktif kalau pukul 08.00, kan kalau Resto baru aktif diatas pukul 10.00pagi. Itulah fungsinya laskar pajak yang akan mencatat dan mengawasi sehingga perannya sangat penting,” ucapnya.

Kata Irwan, pemasangan alat perekam transaksi ini akan dilanjut tahap II. Rencananya, Bapenda akan memasang sebanyak 600 alat yang telah dipinjamkan oleh Bank Sulselbar. Hanya saja, pemasangan alat akan dilakukan berdasarkan prioritas.

“Wajib pungut pajak kita banyak, alat kita juga tidak langsung disiapkan semua. Kalau transaksi ecek-ecek ngapain (dipasang) nanti lebih banyak ongkosnya. Kita sasar resto yang penghasilan Rp5 juta keatas,” ucapnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here