DP Resmi Laporkan Susuman Halim ke Polrestabes Makassar

BARUGA,MAKASSAR – Mantan Wali Kota Makassar periode 2014 – 2019 resmi melaporkan anggota DPRD Makassar dari Partai Demokrat Susuman Halim terkait pencemaran nama baik dan ujaran kebencian yang disebarluaskan didepan khalayak.

Menyusul laporan tersebut, dimana sebelumnya Susuman Halim atau panggilan akrabnya Sugali, membuat pernyataan menyerang pribadi mantan Wali Kota Makassar, Danny Pomanto yang menuding satu – satunya yang tinggal di Kota Makassar yang tidak senang dengan kemenangan PSM saat melawan Persija dengan kemenangan 2-0.

Tidak hanya itu, dasar pelaporan yang dilakukan oleh Danny Pomanto didampingi oleh Ahmad Rianto selaku kuasa hukumnya di Polrestabes Makassar, dalam pernyataan di salah satu media online, Sugali juga menyinggung soal Suku. Menurut Ahmad Rianto, dari fakta – fakta tersebut, ia mengatakan, ada 2 pasal yang telah menjadi bahan kajian, kemudian menempuh jalur hukum dengan melaporkan peristiwa itu kepada Pihak Kepolisian.

“Setelah kita kaji pernyataan – pernyataan, kata demi kata, ada dua fakta pelanggaran secara nyata yang telah dilakukan oleh Susuman Halim, Pasal 310 KHUP terkait pencemaran nama baik dan Pasal 28 UU ITE terkait SARA, itu dasar pelaporan kami, ” kata Ahmad Rianto, usai memasukkan laporan di Kapolrestabes Makassar, kamis (7/8/19).

Perlu diketahui, terang Ahmad Rianto, terkait pasal 310 KHUP, tentu secara penafsiran, setiap orang bisa melakukan keberatan, ketika ucapan atau tindakan seseorang itu telah menganggu atau membuat perasaan tidak nyaman. Menurutnya, yang bisa melaporkan pencemaran nama baik seperti yang tercantum dalam Pasal 310 adalah pihak yang diserang kehormatannya, direndahkan martabatnya, sehingga namanya menjadi tercela di depan umum.

“Artinya, yang berhak dalam posisi korban itu adalah orang yang merasa terganggu atau tidak nyaman atau dengan kata lain tidak mau menerima pernyataan dari seseorang yang bertolak belakang dengan fakta, dan pak Danny ada dalam posisi dirugikan, apalagi pernyataan Sugali tersebut sifatnya sangat tendensius yang bernuansa ujaran kebencian yang diarahkan kepada pribadi klien kami yakni pak Danny Pomanto, ” terang Ahmad Rianto.

Kemudian, cuitan Sugali di media online yang juga meraba kewilayah SARA, itu juga dapat terlihat dalam kutipannya dalam media online tersebut. Kata, Ahmad Rianto, saudara Sugali sangat jelas menyerempet ke issu SARA dengan menyebutkan, meskipun dan mengandaikan sifatnya, tetapi narasi yang dibangun oleh Sugali itu mengandung maksud dan tujuan dan ini dapat kita temukan pada.pasal 28 UU ITE.

“Jelas issu SARA nya, pasalnya pernyataan yang menyinggung kesukuan itu bukan sifatnya personal tapi secara umum, pertanyaanya, apa maksud dan tujuan Sugali mengeluarkan pernyataan yang menyinggung nama suku, dan apa konotasi antara suku dengan sepak bola dalam hal ini laga PSM dan Persija dan soal menang atau kalah. Termasuk apa ukuran yang digunakan oleh Sugali dalam menilai senang atau tidak senangnya seseorang atas kemenangan PSM, ”

Ahmad Rianto menambahkan, prangkat hukum guna menjerat pelaku ujaran kebencian terdapat di pasal 28 ayat 2 Undang-Undang No 11/2018 tentang informasi dan Transaksi Elektronik, pasal 4 dan 16 UU Nomor 40/2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis setta pasal 156 KUHP, pasal 157 KUHP, pasal 310 dan 311 KUHP. Aturan tersebut terkait dengan perilaku menyerang kehormatan atau nama baik (pencemaran) serta menimbulkan permusuhan, kebencian individu dan atau kelompok masyarakat tertentu (SARA), ” kunci Ahmad Rianto. (Ri-Bn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here