Erdogan dan Mahathir Beri Selamat ke Jokowi Ma’ruf

BARUGA,JAKARTA – Calon presiden nomor urut #01 Joko Widodo (Jokowi) hari ini banyak mendapatkan telepon dari para kepala negara dan kepala pemerintahan di dunia. Misalnya saja Perdana Menteri Malaysia Tun Mahathir Muhammad, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, dan Presiden Turki Recep Tayyep Erdogan.

Para kepala negara dan kepala pemerintahan itu mengucapkan selamat kepada Jokowi yang memenangkan Pilpres 2019 versi hitung cepat atau quick count sebagai presiden masa bakti 2019-2024. Meski begitu, Jokowi tetap menunggu hasil resmi dari KPU.

“Yang pertama baru saja dari siang sampai sore tadi kita telah menerima telepon dari PM Malaysia Tun Mahathir Muhammad dan juga PM Singapura Lee Hsien Loong dan juga dari Presiden Turki Erdogan. Dan juga sepuluh negara lainnya yang telah memberikan ucapan selamat atas pesta demokrasi besar di negara kita, Pileg,” kata Jokowi di Plataran Menteng, Jakarta, Kamis 18 April 2019.

“Dan beliau menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Indonesia dan juga Jokowi dan KH Ma’ruf atas keberhasilan pemilu 17 April kemarin. Kemudian yang kedua, juga terus akan akan menunggu, menanti perhitungan suara oleh KPU penghitungan resmi dari KPU. Yang kita harap secepatnya bisa diselesaikan,” lanjut dia.

Memang dari hitung cepat, pasangan nomor urut 01 Jokowi-KH Ma’ruf Amin unggul sekitar 10 persen dari pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurut hitung cepat, pasangan nomor urut 01 mendapat 54,5 persen sementara pasangan nomor urut 02 mendapat 45,5 persen.

‘Kalau kemarin saya belum menyampaikan angkanya karena masih di bawah 70 persen tapi hari ini karena sudah hampir mencapai 100 persen, kami sampaikan bahwa hasil quick count dari 12 lembaga survei menyatakan Jokowi-Ma’ruf mendapatkan persentase 54,5 persen dan Prabowo-Sandi mndapatkan persentase 45,5 persen,” ucap Jokowi.

Jokowi menyebut hampir pasti hasil hitung cepat sama dengan real countnya. Capres petahana ini berpendapat tingkat akurasinya hampir 99 persen benar.

“Dari pengalaman pemilu yang lalu akurasinya 99 persen hampir sama dengan perhitungan real count. Namun demikian sekali lagi kita harus tetap bersabar, sabar menunggu hasil perhitungan resmi KPU,” tuturnya. (Rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here