Kadis Kominfo Makassar Ichwan Jacub Paparkan Deretan Keberhasilan di Rakorsus

BARUGA,MAKASSAR – Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah beserta pejabat struktural Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar menghadiri acara tahunan Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Pemerintah Kota Makassar tahun anggaran 2019 bertema Makassar 4.0 Now, New, and Next.

Acara berlangsung di Hotel Four Points by Sheraton, Jalan Andi Djemma, Makassar, Sulsel, Selasa, (29/1/2019).

Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto mengatakan, Rakorsus awal tahun ini menghidupkan kembali interaksi antara simpul instansi pemerintahan yang ada di Kota Makassar.

“Rakorsus awal tahun ini menjadi pusat koordinasi antara pegawai maupun instansi di Wilayah Pemerintah Kota Makassar,” ujar Danny Pomanto, sapaan akrab  Mohammad Ramdhan Pomanto.

Hadir, Staf Ahli Bidang Teknologi Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Harry Abdul Aziz sebagai narasumber mewakili Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara.

Dalam paparannya Harry Abdul Aziz mengatakan, “Pemerintah akan fokus pada pembangunan SDM di tahun 2019 ini melalui kebijakan PP 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS.

Lanjut, tutur dia menjelaskan, “Pengangkatan jabatan berbasis kompetensi (diukur dari pendidikan, pelatihan, dan pengalaman kerja), kompetensi: teknis, manajerial, dan sosial kultural, kompetensi yang dibuktikan dalam sertifikasi teknis dari organisasi profesi, atau lulus pendidikan dan pelatihan teknis yang diselenggarakan oleh instansi teknis.”

PP 82 Tahun 2012 tentang PSTE menyebutkan naga ahli yang digunakan oleh PSE harus memiliki kompetensi di bidang sistem elektronik atau teknologi informasi, wajib memiliki sertifikat keahlian, dan Permen Kominfo 14 Tahun 2016 tentang Nomenklatur OPD 11 fungsi informatika dan 6 fungsi komunikasi.”

Kepala Dinas Kominfo Kota Makassar, Ichwan Jacub dalam presentasenya mengatakan bahwa, “Craster dan NTPD 112 menyediakan sistem layanan aduan yang gratis, cepat, handal, dan terintegrasi untuk panggilan darurat dalam wilayah Kota Makassar. Saat ini jumlah panggilan masuk ke layanan NTPD 112 sebanyak 397.295 (2018) dengan performa layanan tertinggi di 97.30 persen dan panggilan permintaan layanan HomeCare berkisar antara 323 – 527 panggilan per bulan.”

Dalam membangun sistem ketahanan siber untuk layanan Pemerintah Kota Makassar dan Sombere and Smart City Kota Makassar (2019) Dinas Kominfo membentuk program cyber security strategy.

“Mendorong integrasi sistem pengamanan kota terpadu dengan melibatkan semua pihak untuk berpartisipasi di dalamnya. Telah ada Peraturan Walikota Makassar Nomor 4 Tahun 2017 tentang Penyediaan dan Pemasangan Closed Circuit Television (CCTV) Pada Bangunan Gedung. Saat ini telah terpasang 154 CCTV (APBD) ditambah dengan 315 CCTV atas partisipasi pihak swasta,” kata Ichwan Jacub melanjutkan.

Pengembangan digital security system dengan memanfaatkan kecerdasan buatan yang mampu menganalisis data visual CCTV secara mendalam.

Fitur ini sejatinya dipadu padankan dan dimanfaatkan lebih jauh oleh pihak terkait dalam manajemen lalu lintas di Kota Makassar untuk mengambil keputusan terbaik bagi transportasi di Kota Makassar.

“Integrasi CCTV Pemerintah Kota Makassar dengan INAFIS Bareskrim Mabes POLRI mulai 28 April 2018. Integrasi dan pemanfaatan CCTV Pemerintah Kota Makassar untuk Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Dirlantas Polda Sulawesi Selatan mulai 26 Desember 2018.  Pengembangan digital security system dengan memanfaatkan kecerdasan buatan untuk license plate recognition (pengenalan nomor polisi) dan integrasi dengan Dirlantas Polda Sulawesi Selatan dan Samsat Sulawesi Selatan pada 2019,” ujar Ichwan Jacub.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here